produk untuk tambang emas

Lokasi Tambang Emas Sulawesi Tenggara – Potensi emas di Sulawesi Selatan berada di Kota Kolaka, ternyata masih lingkungan Taman Wisata Alam Mangolo, sebagai kawasan konservasi. Ditreskrimsus (Direktorar Reserse Kriminal Khusus) Polda Sulawesi menegaskan, Kombes Pol Wira Satya Triputa akan mengkaji ulang bersama Dinas Pertambangan dan Energi, serta Dinas Kehutanan Sulawesi.

Selain menjadi kawasan konservasi, aparat juga melakukan antisipasi dari beberapa masalah yang rentan terjadi permasalahan tertentu seperti perkelahian, pencurian kendaraan, pencemaran lingkungan karena memakai bahan kimia. Aparat melakukan pendekatan persuasive kepada penambang.

Warga Kelurahan Ulunggulaka juga merasa resah, sebab saat kawasan konservasi mengalami pencemaran, maka mereka akan merasakan dampaknya. Bilamana kawasan ini terjaga, bisa menjadi tempat wisata alam yang menarik, sehingga proses penambangan akan berdampak pada warga sekitar.

Pada tahun 1990, Menteri Kehutanan menetapkan bahwa Taman Alam Mangolo dengan luas lahan sekitar 3.933.30 hektar tersebut menjadi kawasan konservasi. Kawasan tersebut memiliki banyak flora dan fauna, serta keindahan alamnya yang bisa menarik wisatawan.

Lokasi Tambang Emas Sulawesi Tenggara

lokasi tambang emas sulawesi tenggara

Tambang Emas di Kolaka berlangsung , Bupati Kolaka Sulawesi, Ahmad Sefei mengatakan bahwa kerusakan hutan sudah mencapai 5 hektar, serta penggalian yang membuat 15meter. Perihal pertemuan dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam).

Ahmad Sefei meminta BKSDA meengadakan sosialisasi penambang. Jika selesai sosialisasi ada aktivitas, maka tindakan dilakukan oleh aparat. Oleh karena itu, mereka menghindari bentrok antara aparat dengan penambang.

Penambang yang ada di lokasi tambang emas Kolaka Utara mencapai ratusan ribu orang, selain dari warga sekitar yang mendulang dan menggali, masih ada warga daerah lain yang ikut mengadu nasib di Taman Wisata Alam Mangolo.

Kawasan konservasi Mangolo menjadi salah satu yang mendapat perhatian khusus dari BKSDA di Sulawesi. Pasalnya tingkat kerusakannya sudah sangat memprihatinkan, dimana tambang di Kolaka merusak lingkungan seperti pengaliran air ke Kelurahan Ulunggulaka yang tercemar dan penebangan pohon secara liar.

Artikel Terkait :