potensi emas di pulau buru

lokasi tambang emas pulau buru

Lokasi Tambang Emas Pulau Buru – Penemuan tambang emas di kawasan Pulau Buru, memang sangat menjanjikan berkah dan kekayaan bagi warga Namlea dan Kabupaten Buru. Telah banyak para penambang ilegal memadati lokasi tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.

Mereka mendatangi dua lokasi baru tambang emas di Wilayah itu. Kedua tambang emas berlokasi di Dusun Metar dan Gunung Nona, Desa wamsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru. Lokasi tambang emas Dusun Metar itu berjarak sekitar 30 meter dari jalan lintas Pulau Buru.

Untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan sedikit mengenaiĀ Lokasi Tambang Emas Pulau BuruĀ :

Lokasi Tambang Emas Pulau Buru

Asal mula, Penemuan lokasi ini warga sekitar tanpa sengaja menggali tanah di sekitar Kali Wamsalit, Ternyata tanah itu mengandung emas. Informasi penemuan pun tersebar luas. Setelah temuan itu, Lokasi Tambang Metar didatangi penambang. Bukan hanya dari Pulau Buru, Penambang dari luar Maluku pun mendatangi lokasi.

Berbagai macam sistem pengolahan yang dilakukan ada yang dengan cara tradisional, Ada pula yang menambang dengan menggunakan dompeng yaitu menyemprot tanah dengan air menggunakan mesin alkom. Ternyata, tak hanya orang dewasa anak-anak pun juga mendulang emas.

Semula, tak ada yang berani memasuki tanah keramat Gunung Botak. Namun, kondisi kini berubah 180 derajat. Perbukitan rusak parah, pepohonan tumbang, lubang sedalam 10-30 meter dibiarkan saja, Rumput dan semak pun mati diinjak ribuan orang yang terus berdatangan demi menguras emas.

Penambangan emas ilegal di Lokasi Tambang Emas Pulau Buru sudah terjadi sejak 2011. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku, penambang liar tersebut melibatkan 50.000 orang pada 2012. Perkiraan emas yang sudah diambil dari Gunung Botak telah lebih dari 200 ton.

Akan tetapi, walaupun begitu banyak penghasilan yang didapat. Para penambang tidak perduli dengan kerusakan yang mereka sebabkan. Dengan rusaknya air sungai, dan tebing yang reruntuhan.

Sehingga aparat keamanan dan Pemerintah provinsi maluku belum menutup lokasi tambang yang aktivitasnya tak mengantongi izin itu. Padahal rapat koordinasi Muspida Maluku dan pejabat pada awal MARET 2016. dua lokasi ini harus ditutup.

Artikel Terkait :