Lokasi Tambang Emas Kalimantan Barat

lokasi tambang emas singkawang

Lokasi Tambang Emas  Singkawang – Asal-usul nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, San khew jong yang mengacu pada sebuah bukit dekat laut. Singkawang adalah sebuah (kotamadya) di Kalimantan Barat Indonesia. Yang terletak sekitar 145 km sebelah utara Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan Sakok.

Kota Singkawang, awalnya termasuk bagian dari wilayah Kabupaten Sambas (UU Nomor 27 Tahun 1959), bahwa status Kecamatan ini pada tahun 1981, telah menjadi Kota Administratif (PP Nomor 49 Tahun 1981). Tujuannya, adalah untuk meningkatkan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan secara berhasil, berdaya.

Kemudian, Singkawang pernah diusulkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II, yaitu melalui usul pemekaran Kabupaten Sambas, menjadi 3 (tiga) daerah otonom. Namun Daerah Tingkat II belum direalisir oleh Pemerintah Pusat, waktu itu hanya Kabupaten Bengkayang yang disetujui.

Kegiatan masyarakat di Singkawang, Kalimantan Barat ini banyak sekali salah satunya pertanian, perdagangan, pertenakan, perindustrian bahkan pertambang juga ada. Tetapi kebanyakan soal kegiatan pertambangan yang masih illegal ini, telah menjadi perebutan karena pekerjaan menjadi para penambang lebih tinggi hasilnya.

Selain Kegiatan, tentu saja kita juga ingin mengetahui bagaimana Lokasi Tambang Emas Singkawang, Karena yang telah kita ketahui, banyak sekali kejadian tragis di Lokasi tambang emas ini. Bahkan, lokasi tersebut juga sempat di razia. Nah untuk lebih jelasnya  saya akan memberi sedikit informasi dibawah ini. :

  • Lokasi Tambang Emas Singkawang

Danau Serantangan di Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang yang memiliki luas mencapai 400 hektare, sudah dicemari oleh limbah dari kegiatan penambangan emas tanpa izin di sekitar kawasan tersebut. Lokasi danau itu berada di Kelurahan Sagatani, 20 km dari Kota mengkhawatirkan. Karena air danau sudah berganti warna dari coklat jernih menjadi keruh.

Menurut warga setempat, kerusakan air mulai terjadi sekitar tahun 1992-1993. Ketika itu aktifitas penambangan emas semakin meningkat di danau, baik dilakukan warga setempat maupun pendatang. danau yang memiliki kedalaman 4 meter menjadi berkurang hanya sekitar 2m saja. Selain itu, ikan-ikan yang semula banyak ditemukan di danau menjadi berkurang.

Pada tahun 2003, pemerintah  melakukan pengerukan sungai baru. Sedangkan yang lama sudah mendangkal akibat sedimentasi.“Pada prinsipnya giat penambangan emas tanpa izin melanggar undang-undang. Sudah sering jajaran Polda Kalbar melakukan penertiban. Tetapi usaha itu hanya sia-sia karena para penambang tidak memperdulikannya maka dari itu semakin banyaknya sungai dan lingkungan yang telah rusak.

 

Artikel Terkait :