Sejarah Tambang Emas Halmahera

Sejarah Tambang Emas Halmahera – Potensi tambang emas Manado juga cukup tinggi. Ada salah satu perusahaan besar yang bergerak dalam bidang pertambangan emas, yaitu PT Nusa Halmahera Minerals. Perusahaan ini beroperasi dengan menambang emas di Pulau Halmahera. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini adalah perusahaan bagi saham dengan Singapore Holding Pte, Ltd dan PT Aneka Tambang.

Saham Singapore Holding Pte, Ltd sebesar 82,5%. Sedangkan PT Aneka Tambang sebesar 17,5%. Antara pemerintah dengan PT Nusa Halmehara memiliki kontrak kerja. Kontrak kerja tersebut mulai disepakati pada 28 April 1997.

Sejarah Tambang Emas Halmahera

sejarah tambang emas halmahera

Pada kontrak awal, luas area pertambangan adalah 1,6 juta hektar. Kemudian setelah tahapan ketiga pelepasan, luas area pertambangan menjadi 29.662 hektar. Aktivitas pertambangan emas Perusahaan Nusa Halmahera berada di beberapa lokasi. Diantaranya adalah Tambang Gosowong, Toguraci, Bawah tanah kencana, dan Kencana Tambang Ekstensi.

Pengolahan Emas Sistem Tong di Tambang Emas Halmahera

Pengolahan emas yang biasa digunakan ada beberapa cara. Cara yang banyak dilakukan adalah dengan pengolahan emas sistem Tong dan karbon aktif. Pengolahan emas dengan sistem tong dilakukan dengan menggunakan sianida.

Cara mengolah emas dengan metode ini yaitu dengan menghaluskan biji emas dengan alat tertentu. Kemudian dimasukkan kedalam tangki yang telah ditambahkan air. Setelah itu ditambahkan kapur dan sianida dengan takaran tertentu.

Saring emas dari larutan, lalu tambahkan karbon, saring dan bakar karbon. Selanjutya dilakukan metode meril crow, yaitu menambahkan zink anode. Kandungan karbon dihilangkan dengan asam lalu dibilas dengan air. Masih banyak tahap pengolahan emas sistem tong ini. Tahap terakhir nantinya adalah pendinginan.

Tips Memilih Karbon Aktif Black Diamond Untuk Pengolahan Emas

Untuk pengolahan emas dengan karbon aktif, diperlukan bahan yang berkualitas. Tips memilih karbon aktif black diamond cukup mudah. Pertama dinilai daya serap atau iodine, dilakukan dengan meneteskan metalynble kedalam air.

Jika air menjadi bening, maka daya serap karbon tinggi. Kedua, lihat ciri-ciri pada karbon, diantaranya pori-pori terlihat alami, memiliki tingkat ketahanan tinggi, keras, bentuknya seragam, dan memiliki CTC tinggi. Karbon aktif yang berkualitas tentu akan membuat pengolahan emas lebih maksimal.

 

Artikel Terkait :

Related Posts:

Lokasi Tambang Emas Medan

Lokasi Tambang Emas Medan – Emas merupakan salah satu logam...

Tambang Emas Bombana Sulawesi Tenggara

Tambang Emas Sulawesi Tenggara – Sulawesi Tenggara memang kaya akan...

lokasi tambang emas terbaru

Ternyata ada Lokasi Tambang Emas Terbaru

Lokasi Tambang Emas Terbaru – Nama kolaka sudah disebut sejak...